Di dalam kamar yang kecil ini, di sebelah kiri jendela yang berlangsirkan kain kapas yang sudah pudar warna mawar merahnya, ada nyanyian yang menemani sunyi malam - ada Kokoro No Tomo, ada Terukir Di Bintang, ada Goodbye Girl, ada Menjaring Matahari, ada Kingston Town – dan sunyi malam pun tersenyum menyambut alunan nyanyian itu di luar jendela yang terkuak luas. Sengaja dikuakkan luas luas, biar sepoi angin datang bersiar-siar di halaman hati. Siapa tahu ada saat-saatnya angin dan malam bisa berakad untuk membisikkan bening ilham ke sanubari.
…
Menulis blog bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan akhir akhir ini. Begitu juga payahnya membaca berpuluh blog jiran di sekeliling. Aduhai! Waktu beredar, kewajipan bertambah, masa pun menjadi singkat, dunia semakin sempit, dan barangkali juga kemboja sedang menunggu di perkuburan.
…
Nah … kaaan! Angin malam melarik ilham dan pengembara malam mulai mendandan bicara.
angin malam
selimutkan dia
dengan rinduku
mercup embun subuh
titiplah cintanya
simpan di hatiku
Aah, rasa rindu ini memukau segenap getar nadi dan degup jantung! Terhenti seketika darah yang mengalir. Betapa pendam rindu cukup meresahkan.
Entah siapa siapalah dia itu sebenarnya. Siapa siapa pun dia itu, ternyata bisikan angin malam kadang merempuh diri, menghumban jiwa manusia ke lembah gersang, mencipta khayal nan lompang, dan melupakan manusia akan alam qiamusyahadahnya.
…
Malam sudah larut kini. Jendela separuh terbuka. Dingin angin menggebu rindu di kalbu. Angin malamkah lagi yang menggoda dan memperdaya hati? Atau angin itukah juga yang menggiat rasa agar si pengembara malam menabur tasbih untuk melerai rindu sebelum embun bersimpuh di permukaan bumi?
selamat malam, malam
dengan namaMu-lah Ya Raab
aku bernafas dan lelap
pada bangun nanti
kupuji namaMu
kerana membangkitkan aku
dari lena yang sementara ...
“Ketentuan Allah bukan dalam perkiraan manusia. Yang sihat tak semesti lambat kematiannya; dan yang uzur tak pasti hampir dengan maut.” ~ Ku Keng.
... kepadaMu jualah Ya Raab sekalian manusia akan kembali.
.
.
.
Melepaskan siang bagai melepaskan burung-burung merpati dari sangkar sempitnya kemudian terbang bebaslah mereka berkawan-kawan ke ruang yang sangat luas yang sentiasa memujuk rasa untuk melunaskan kemahuan hati. Namun yang bernama manusia tetap punya sempadan kehidupan dan lingkaran kebebasan yang sangat goyang.
Salam.