Tiada yang menjadi dalang pada malam yang hanya berpelitakan nafas-nafas kasih dan tiada apa pun yang menghalang 'pabila embun-embun cinta merecup melata hati. Diam bertafakur, kusyuk dalam bicara kalbu yang melupakan diri kepada malam yang semakin larut.
Setulus pandangan dilepaskan untuk dia pada pertemuan pertama itu. Dia menyambutnya dengan telus renungan yang ... aaah, menyusup ke relung hati lalu merebahkan tiang jiwa yang paling halus. Tersentak nian rasa dan bergelandanganlah suara qalbi buat seketika sehinggalah sekilas angin malam yang singgah di wajah menyedarkan diri untuk berpijak di tanah nyata!
Bagaimana mungkin dapat bercerita tentang pertemuan itu sedang diri tenggelam dalam danau cinta?
Bersua muka, bertamu rasa, dan berbicara! Begitulah kami: diri ini dan Danau Toba.
“Sesungguhnya Ya Rabb, Engkau tidak menjadikan ini dengan sia-sia. Maha suci Engkau, lindungilah aku dari azab nerakaMu.”
Parapat, Danau Toba.
23/1/2012Setulus pandangan dilepaskan untuk dia pada pertemuan pertama itu. Dia menyambutnya dengan telus renungan yang ... aaah, menyusup ke relung hati lalu merebahkan tiang jiwa yang paling halus. Tersentak nian rasa dan bergelandanganlah suara qalbi buat seketika sehinggalah sekilas angin malam yang singgah di wajah menyedarkan diri untuk berpijak di tanah nyata!
Bagaimana mungkin dapat bercerita tentang pertemuan itu sedang diri tenggelam dalam danau cinta?
Bersua muka, bertamu rasa, dan berbicara! Begitulah kami: diri ini dan Danau Toba.
“Sesungguhnya Ya Rabb, Engkau tidak menjadikan ini dengan sia-sia. Maha suci Engkau, lindungilah aku dari azab nerakaMu.”
Parapat, Danau Toba.
Salam.
No comments:
Post a Comment