Tuesday, 31 January 2006

Bahagia

Enak sekali begini dapat bersantai kala senggang yang panjang. Menghulur salam ukhuwah, merisik khabar, menyiar rindu kiranya. Lama nian tidak bertandang. Masa itu amat jauh,tidak mungkin dapat dipendekkan kecuali masa itu disia-siakan tanpa berbuat apa-apa yang tidak berfaedah. Yang dekat hanyalah masa untuk mati.

Enak juga dapat membisik rasa sukma, melakar citra seadanya yang entah apa-apa. Ada bahagia di sini, sebenarnya itulah.

Saya kira manusia itu tidak dapat hidup sendiri-sendiri jika tidak saling berhubung, saling bantu-membantu. Juga, saya kira manusia yang tahu siapa dirinya, apa mahunya dalam hidup sementaranya adalah manusia yang bukan saja mencintai dirinya tetapi juga mencintai orang lain dengan penuh rasa telus dan tulus semata-mata kerana Dia. Manusia sedemikian dalam firasat saya (yang kadang-kadang suka juga jadi nujum Pak Belalang) adalah manusia yang telah diberi-Nya nikmat bahagia.

Ya, di sini membahagiakan walaupun tiada wajah anggun buat saya renung kemudian dibawa dalam mimpi. Saya bahagia kerana jiran-jiran saya suka bersedekah ilmu, tidak lokek berkongsi apa saja yang telah dirasa oleh mata, dihidu oleh telinga, disantap oleh akal. Semoga kalian dirahmati-Nya. Amin.

Salam Maal Hijrah 1427.

Sunday, 22 January 2006

Sajak untuk zizie ali

berjalan, bertateh, merangkak ...

jalan pulang ini
jauh tapi dekat
luas namun sempit
lurus berbengkok
rata beralun ...
entahlah, kadang pelantar citra
goyah dalam utuh
mencari, unjur ke mana
rindu yang menyantun
walau khalis malam menyapa
bersyair khair
sejadah usang akur menadah titis air...

ingin kusingkap
satu sir
untuk bermukim.

~ Bunga Rampai ~


*alahai*

Anehnya hidup ini ya, kekadang. Dipertemukan-Nya untuk saya manusia-manusia yang bersuara lantang dan lancang tidak berwajah. Lantas saya pandai-pandai saja merindu. Kemudian pandai pula berpuisi, walhal bukan pandai pun bersajak. Sajak di atas itu tiba-tiba saja tercetus atas izin-Nya, setulusnya untuk zizie. Jangan ketawa ya, entah apa-apa sajak itu.

Salam perkenalan di alam maya yang fana. Hari ini kemarau zizie, tiada air setitis pun dari langit untuk saya kumpul buat hidangan. Harus bersyukur jua, kita masih bisa bernafas.

Senang sekali memanggil 'zizie' sahaja, seolah saya ini berbicara dengan seorang perempuan, tapi saya kira zizie ini seorang pria 100% buatan Malaysia. Masihkah yang terhangat di pasaran?

Saya sudah ke blog zizie, semua puisi saya baca. Ada yang saya faham, ada juga yang tidak faham, malah ada juga yang buat saya bingung. Begitulah agaknya rasa hati seorang pemuisi melontar naluri yang tulus, telus, dan mulus. Hanya dia sendiri yang tahu kenapa dia begitu berpuisi.

Saya tetap kagum dengan pemuisi walaupun hakikatnya di tanah air kita ini pemuisi kadang tidak punya tempat tepat mampat di arena cetak kecuali dia ada talian telefon yang bermacam-macam - digi, celcom, maxis, tm, dan entah apa-apa lagi (begitulah yang saya dengar di angin lalu maka saya utarakan di sini, kalau salah, maaf ya - saya kadang-kadang suka juga jadi nujum pak belalang).

Pada pandangan peribadi saya, tanah air kita ini memerlukan para pemuisi yang peka kemudian bersuara lantang dan lancang untuk membuka mata orang-orang yang menggelarkan diri mereka sebagai pakar pembangunan.

Sekian.

Thursday, 19 January 2006

loppiess

loppiess di sana
di sini bungarampai
bawah pohon angsana
ada citra melambai

Salam perkenalan di alam maya.

Maaf ya, kering tekak bila bertandang ke sini. Kuih lopes pun tiada buat menjamu selera. Kopi? Teh? Jauh sekali. Saya cuma minum air kosong, kalau boleh yang ditapis. Jika tidak ada, air yang mencurah dari langit bisa saja saya hirup. Syukur.


Saya senang sekali memanggil saudara sebagai loppiess (okey ke panggil loppieess saja atau mau berencik-encik?).
(abdullahjones sekarang saya panggil pak dollahjones supaya Pegawai Khalwat tidak mengintip kami ... dan, untuk membayangkan yang aj tu sebenarnya tidak kacak dan sudah tua, jadi saya tidak selalu teringatkan dia ... hehehe..) (jangan tanya pasal Keng, dia sudah mesra di jiwa - dia penggiat teater, usah ditegur tanpa sebab).

Saya melayari blog loppiess. Membaca cerpen kiranya. Ada keindahan di sana yang saya rasa. Menjentik naluri. Duh, mungkin carutmu bermusim tapi tiada kelompangan pada rasa intinya. Macam kuih lompang yang berinti parutan isi kelapa - putih bersih dan manis. Ada juga rasa manis pedasnya macam kuih cucur badak.

Ada rasa menghayalkan, mungkin. Tapi di kejauhan, rasa kehambaan pada Tuhan dalam kata-kata yang disenandungkan dapat saya gamit.

Tulislah apa saja loppiess, asalkan apa yang dilontarkan itu datangnya dari hati yang luhur kerana Dia untuk kebaikan bersama.

aku
si bungarampai
kering
namun tetap punya haruman
ditabur
mewangikan insan lain ...
insyaAllah.

Thursday, 12 January 2006

Keng Tembaga

Bukan hobi saya mengumpul barang-barang tembaga, tapi saya tetap kagum dengan hasil ukiran tembaga. Bisa saja mulut saya terlopong melihat kehalusannya. Jauh dalam hati saya kagum dengan kehandalan pengukir itu.

Saya suka pada nama saudara. Boleh saya panggil Keng saja (terasa mesra di jiwa)? Jenuh saya melayari blog saudara. Penat juga membaca satu persatu posting di dalamnya.

Sebenarnya Keng, saya juga tidak suka blog-memblog. Saya kurang pasti apa yang perlu ditulis. Mungkin juga saya tidak punya banyak masa luang untuk menulis-nulis di alam maya. Saya sekadar membaca blog-blog kenalan saya yang pada pendapat saya kebanyakannya bernada melankolik. Alahai...

Tuhan Maha Kuasa, dipertemukan saya dengan blog abdullahjones (maaf, lagi-lagi abdullahjones yang disebut). Dari sana saya mendapat jiran seorang Pegawai Khalwat (yang senang-senang aje cakap saya terpikat dengan pak dolahjones tu ... ceh! hehehe - just kiddin'), kini seorang lagi ... tuKeng Tembaga. Saya yang tidak pandai merindu, kini pandai merindu.

Kalau Keng mahu tau, tulisan-tulisan kalian cukup mengocak matahati saya. Ada keredupan pada rasanya, ada sir pada kata-kata kalian untuk saya serapkan walaupun kekadang tu agak pedas bunyinya ... tapi bisa saja saya kunyah. Itu belum lagi saya selusuri blog-blog jiran-jiran kalian yang sering bertandang ke blog kalian. Mungkin saya perlukan CPR.

Keng, saya bersyukur sebenarnya dengan kehadiran kalian. Terlalu kerdil rasanya diri ini apabila membaca tulisan-tulisan kalian. Saya tidak bisa berbicara sedemikian mantap, tapi bisa saja berceloteh entah apa-apa di blog ini dan di blog kalian.

Maaf, tiada kopi atau teh ... apa lagi kuih muih untuk menjamu selera. Cuma air kosong dari langit. Syukur.

Salam perkenalan di alam maya.

Wednesday, 11 January 2006

Semalam

Di masjid tempat saya semalam sepatutnya korban 2 ekor lembu.
Petang Isnin seekor terlepas lari entah ke mana-mana.
Maka penduduk setempat riuhlah pergi mencarinya.
Dapat juga ditangkap lembu itu.
Tapi pagi semalam lembu itu mati sebelum sempat dikorbankan.

Tuesday, 10 January 2006

Pegawai Khalwat

Oooppss! (mata terbeliak lantas menutup mulut dengan tapak tangan) Pegawai Khalwat datang ke blog saya? Tidak mungkin! (menggosok-gosok mata untuk mempastikan kebenarannya). Eh, betullah! Duh! Saya memangnya terpikat tapi belum ada apa-apa hubungan intim dengan abdullahjones, sekadar jeling-jeling. Salah?

Sementara menunggu jawapannya, saya beristirehat di blognya. Membaca, satu demi satu.

Amboi, rupanya Pegawai Khalwat ini juga seorang penggiat seni:-) Saya kira seni saudara tidak naif dan bukan daif. Apa yang dibicarakan ada nilai istimewanya yang tersendiri, ada kala tidak terjangkau oleh tafsiran saya.

'tunjuk ajar kalian aku pohon'- redup hati membaca yang ini, cukup merendah diri. Syukur.

Salam perkenalan di alam maya.

Monday, 9 January 2006

Rindu

Aduh, abdullahjones! Terima kasih kerana sudi bertandang ke blog saya ini yang entah apa-apa. Tidak punya kopi atau teh, apa lagi kuih muih untuk santapan. Ada cuma air kosong dari langit. Syukur.

Ada rindu yang menggamit rasa, sebenarnya.

Walau hanya dengan secebis senyuman tanpa luahan kata bicara, itu sudah cukup menggembirakan saya.

Friday, 6 January 2006

Blog

Saya terjumpa blog abdullahjones pada suatu awal pagi yang belum subuh lagi, minggu terakhir bulan Disember 2005. Saya baca semua kandungan blog itu hingga waktu subuh. Saya terpikat dengan tulisan-tulisannya yang macam sambal belacan yang cukup perisanya. Duh, enak sekali!

Hari ini baru punya masa mencipta blog sendiri. Mahu jadi jiran abdullahjones. Sekali-sekala bisa saja bersantai di blognya.